BI Perluas Akseptasi QRIS Antarnegara Untuk UMKM Di Malaysia

BI Perluas Akseptasi QRIS Antarnegara Untuk UMKM Di Malaysia

BI Perluas Akseptasi QRIS Bank Indonesia terus memperluas akseptasi QRIS Antarnegara untuk mendukung transaksi digital pelaku UMKM di Malaysia. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra. Selain itu, integrasi pembayaran digital memberikan kemudahan bagi masyarakat saat melakukan transaksi lintas negara. Dengan demikian, pelaku UMKM memiliki peluang memperluas akses pembayaran kepada wisatawan dan konsumen internasional.

Kerja sama QRIS Indonesia dan Malaysia menggunakan standar QR pembayaran nasional masing-masing negara. Di Malaysia, transaksi di lakukan menggunakan standar DuitNow QR yang telah terhubung dengan QRIS. Sementara itu, pengguna Indonesia dapat membayar merchant Malaysia melalui aplikasi pembayaran domestik yang berpartisipasi. Karena itu, transaksi menjadi lebih praktis tanpa memerlukan proses pembayaran konvensional.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS Antarnegara di rancang untuk memfasilitasi perdagangan dan pariwisata. Sistem tersebut juga memberikan dukungan terhadap UMKM melalui penerimaan pembayaran digital dari wisatawan mancanegara. Selain itu, penggunaan mata uang lokal dapat mendukung efisiensi transaksi bilateral. Oleh sebab itu, konektivitas pembayaran memiliki manfaat lebih luas di bandingkan sekadar kemudahan transaksi.

BI Perluas Akseptasi QRIS kerja sama QRIS dengan Malaysia telah menjadi bagian penting dalam pengembangan pembayaran lintas negara. Sebelumnya, Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia meluncurkan uji coba interkoneksi QR pada Januari 2022. Selanjutnya, konektivitas tersebut di kembangkan menuju penggunaan komersial bagi masyarakat kedua negara. Dengan demikian, integrasi pembayaran terus di perkuat seiring pertumbuhan ekonomi digital.

BI Perluas Akseptasi QRIS Membuka Peluang Pasar Bagi Pelaku UMKM

BI Perluas Akseptasi QRIS Membuka Peluang Pasar Bagi Pelaku UMKM perluasan QRIS Antarnegara memberikan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menerima pembayaran dari wisatawan Malaysia. Pelaku usaha tidak perlu menyediakan metode pembayaran berbeda untuk setiap konsumen asing. Sebaliknya, transaksi dapat di lakukan melalui sistem pembayaran yang telah terhubung antarnegara. Dengan begitu, proses pembayaran menjadi lebih sederhana bagi penjual dan pembeli.

Bank Indonesia menempatkan UMKM sebagai salah satu sasaran utama pengembangan ekosistem pembayaran digital. QRIS sendiri di arahkan menjadi pintu masuk UMKM menuju ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Selain itu, standar pembayaran tersebut di rancang agar transaksi menjadi cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Karena itu, semakin luas akseptasi QRIS, semakin besar peluang UMKM memanfaatkan transaksi digital.

Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan penggunaan QRIS terus berlangsung sepanjang 2026. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta pengguna. Sementara itu, jumlah merchant mencapai 44,86 juta, dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Selanjutnya, transaksi QRIS selama semester pertama 2026 mencapai 12,55 miliar transaksi.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran berbasis kode QR. Selain itu, dominasi UMKM dalam jumlah merchant memperlihatkan luasnya pemanfaatan QRIS. Karena itu, konektivitas antarnegara dapat menjadi peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil. Dengan dukungan transaksi lintas negara, UMKM berpotensi menjangkau konsumen dari pasar regional.

Pembayaran Lintas Negara Dukung Integrasi Ekonomi Digital ASEAN

Pembayaran Lintas Negara Dukung Integrasi Ekonomi Digital ASEAN pengembangan QRIS Antarnegara sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran kawasan. Bank Indonesia telah mengembangkan kerja sama serupa dengan sejumlah negara mitra. Saat ini, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Dengan demikian, jaringan pembayaran digital Indonesia semakin luas dan terintegrasi.

Malaysia menjadi salah satu mitra penting dalam pengembangan konektivitas pembayaran Indonesia. Melalui DuitNow QR, wisatawan Indonesia dapat melakukan pembayaran pada merchant yang berpartisipasi di Malaysia. Sebaliknya, wisatawan Malaysia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang di dukung untuk bertransaksi di Indonesia. Selain itu, sistem tersebut mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata kedua negara.

Bank Indonesia juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral antarnegara. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pembayaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu. Sementara itu, transaksi berbasis QR memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan konektivitas pembayaran turut mendukung integrasi ekonomi regional.

Pada 2026, Bank Indonesia menargetkan perluasan akseptasi digital melalui berbagai program sistem pembayaran. Salah satunya adalah peningkatan jumlah merchant QRIS menjadi 47 juta pada tahun tersebut. Selain itu, BI terus memperluas kerja sama QRIS Antarnegara dengan negara mitra prioritas. Dengan demikian, pengembangan pembayaran digital di harapkan semakin mendukung ekonomi inklusif, khususnya bagi UMKM.

Ke depan, perluasan QRIS Antarnegara berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara. Selain mempermudah transaksi, sistem tersebut dapat membantu UMKM memanfaatkan peluang dari meningkatnya mobilitas wisatawan. Namun, literasi digital dan keamanan transaksi tetap perlu di perhatikan oleh seluruh pelaku usaha. Pada akhirnya, integrasi pembayaran digital dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi regional yang semakin terhubung BI Perluas Akseptasi QRIS.